Mise en Place: Persiapan

Dalam dunia kuliner Prancis, ada istilah Mise en Place. Yaitu ketika semua bahan dan alat dipersiapkan sebelum mulai memasak, biasa dipakai di dapur profesional seperti restoran.

Mise en Place img by Rudy Issa

Chef yang memasak dengan cara ini, akan menjadi lebih menyenangkan. Bayangkan saat seorang chef harus cari garam di mana, atau harus melihat spatula terakhir sudah dicuci atau belum.

Kamu mungkin bukan seorang Chef. Tapi kamu bisa memperlakukan diri kamu seperti seorang profesional.

Mise en place.

Persiapkan semuanya sebelum kamu mulai bekerja.

Mulai dari dirimu. Persiapkan mental kalau kamu sedang bekerja. Tidak boleh ada chatting atau sosial media yang mengganggu.

Punya tempat yang sakral di mana kamu bekerja. Jika HARUS bekerja di tempat umum, maka pasang sign(tanda) kalau kamu sedang berada di ‘deep work’, tidak boleh diganggu. Sedang bekerja dengan fokus.

Secara fisik siapkan juga semuanya, jika menggunakan laptop, cas sebelumnya. Jika butuh ruang berpikir, letakkan buku kosong dan pulpennya. Siapkan semuanya sebelumnya.

Bukan hanya menambah barang yang kamu butuhkan, tapi perlu juga kurangi. Di meja kamu, hanya boleh ada benda yang relevan untuk kamu bekerja saat itu.

Sisanya letakkan pada tempatnya atau buang sampahmu!

Jangan ada barang yang mengganggu mata atau pergerakanmu.

Persiapkan semuanya sebelumnya. Kamu seorang profesional.

Komentar di sini



Betapa tidak berharganya waktu di Indonesia

Saat kuliah di Jerman, jika ingin ngobrol sesuatu dengan professor, saya harus membooking waktunya. Harus tepat hingga menit kesekian. Bukan jam 5, tapi jam 5:15 misalnya. Saat dosennya tidak hadir, kita juga akan mendapat email sebelum berangkat ke kampus.

Saya stres saat mendengar, beberapa teman dan keluarga yang kuliah di Indonesia, sering saat ke kampus tidak ada kabar dari dosennya. Kalau mereka sakit atau berhalangan hadir, baru tahu saat sudah jauh-jauh datang ke sana.

Jangan lagi bicarakan saat harus bertemu untuk konsultasi skripsi, mahasiswa sebagai orang yang butuh sering sekali mendapat perlakukan yang tidak adil. Tidak ada jadwal yang pasti, kadang tiba-tiba harus disuruh ke lokasi A, kadang tidak jadi, kadang harus menunggu sampai kulit kering.

Saat sudah tinggal kembali di sini, saya merasakan hal yang sama. Untuk meeting bertemu seeorang, saya sering menunggu berjam-jam. Bahkan untuk orang yang ingin butuh bantuan, saya yang harus menunggu.

Belum lagi ketika sudah sepakat untuk bertemu. Kadang saat saya sudah di lokasi, orangnya baru bilang “saya tidak bisa ternyata, ada janji lain”. Atau “Okey saya siap-siap sekarang”. Apakah waktu janji bertemu = janji waktu siap-siap? Saya tinggal di Makassar menggunakan waktu WITA. Saya sering mengeluarkan lelucon yang sudah sangat membosankan saat ada orang terlambat “mungkin dia kira jam WIB, jadi telat satu jam”.

Tidak masuk akal, stres dan frustasi.

Untuk mengedukasi orang lain, saya tidak sungkan meninggalkan tempat, baik saat berjanji dengan satu orang atau untuk kerjaan yang melibatkan banyak orang sekaligus. Saya akan pergi , saat mereka hadir terlambat, saya mengirim pesan “maaf saya sudah pergi.. kita janjinya jam sekian”.

Tidak usah janjian

Orang suka sekali bertemu langsung, tapi tidak suka bertemu langsung sesuai jadwal. Sering kali hal-hal yang sepele, hal yang bisa ditanyakan lewat telepon harus janjian bertemu dulu, padahal cuma satu pertanyaan. DEEEM.

Saya berusaha untuk tidak bertemu orang yang ingin “bertemu” untuk menanyakan sesuatu. Saat ada miss call masuk (Ya, saya tidak suka juga angkat telepon), saya akan mengirim pesan singkat. “Ada yang bisa dibantu?”. Hampir selalu masalah yang ingin disampaikan bisa selesai dengan pesan balasan, tanpa harus bertemu.

Saya tidak suka telepon

Telepon atau bertemu langsung = LIVE. Tidak ada waktu untuk berpikir dengan matang. Saat orang ingin meminta tolong, kita jadi sering tidak enak untuk menolak, akhirnya di"IYA"kan. Atau saat ingin bertanya, kita jadi asal jawab, yang belum tentu tepat dengan kondisinya. Dengan berkomunikasi “async” (tidak langsung). Kita memberi jeda diri sendiri dan dirinya untuk berpikir.

Waktu itu berharga meeeen

Untuk kamu yang sering terlambat, kamu sudah mencuri waktu orang lain. Sering kali saat acara, ada “pahlawan kesiangan” yang harus selalu ditunggu. Saat orang lain sudah mau pulang, dia baru datang, orang lain harus “pesan makanan/minuman” lagi untuk menemani beliau sang raja terakhir. Topik yang sudah dibahas harus dibahas lagi, untuk menghibur sang ratu delay ini. Belajarlah menghargai waktu orang lain.

Berikutnya saat berjanji

JIka tidak perlu bertemu langsung, tidak usah! Jangan mengira tidak sopan. Tidak sopan itu kalau kamu tidak menghargai waktu orang lain. Belum lagi di kota besar, yang harus bertemu macet, saya ngga kebayang stres di jalan saat tahu orang lain tidak seserius kita untuk komitmen tepat waktu.

Selesaikan masalah dengan teknologi yang ada. Pesan singkat atau telepon jika perlu. To the point, tanpa mengurangi rasa sopan. Ini lebih menghargai waktu orang lain. Jika memang orangnya tertarik dan perlu.. silahkan bertemu.

Untuk mengatur jadwal, pikirkan semua FAKTOR X yang akan menghalangi kamu. Jika kamu bekerja, apakah biasanya pekerjaan selesai tepat waktu? jangan bilang iya saya lowong jam 5, tapi biasanya di kantor sampai jam 6. Perkirakan semuanya apakah kamu akan terlambat, butuh berapa lama di jalan, apakah akan macet, dan faktor X lainnya. Setujui waktu yang kamu mmapu hadir. Waktu orang lain berharga.

Komentar di sini



promosi setelah berkarya

Setelah membuat karya sekian lama, hal yang paling mudah dilakukan adalah bersembunyi. Berharap orang lain akan menemukan karya kita dan mempromosikannya.

Sayangnya bukan itu yang terjadi. Pekerjaan kamu belum selesai. Setelah selesai menulis, sekarang tugas kamu adalah memberitahukannya ke orang lain.

Bangga dengan apa yang kamu kerjakan.
Hargai waktu yang sudah kamu gunakan.

Jangan malu, kalau bukan kamu yang meluaskannya, siapa lagi.

Saya baru saja menulis buku halo koding. Menulis artikel ini, adalah salah satu cara mempromosikannya.

Komentar di sini



Mari berkebun di dunia digital

Berkebun di dunia nyata adalah proses saat kita mulai menanam tumbuhan, buah atau sayuran yang nanti bisa kita nikmati. Berbeda dengan kebun digital, di sini kita bisa menanam ilmu, karya atau pikiran dalam berbagai bentuk (tulisan, audio, video, dll.) yang bisa dinikmati oleh orang lain.

Bukan sekedar blog

Jadi maksudnya blog ya? bukan! blog adalah salah satu cara kita menanam di kebun digital ini, tapi dia bukanlah satu-satunya.

Syarat sederhananya adalah kita punya website sendiri. Punya nama domain sendiri. (contoh: hilman.space adalah nama domain).

Ini untuk siapa saja, bukan hanya yang mengerti teknologi. Ada banyak layanan yang memungkinkan kamu untuk punya website dan domain sendiri. Contohnya WordPress.

Kenapa harus website sendiri?

Kita bisa mengunggah berbagai karya di platform sosial media seperti youtube, instagram, twitter dan lainnya. Kenapa perlu bikin website sendiri lagi?

Alasannya karena platform tersebut adalah milik orang lain.

Berbeda dengan website sendiri. Kamu yang mengatur apapun yang kamu butuhkan dan ingin tampilkan di sini. Tidak ada aturan dan perlu izin dari siapapun.

Bukan berarti kamu tidak perlu menggunakan platform tersebut. Silahkan memanfaatkannya sebaik mungkin, tapi selalu punya backup (cadangan). Jika kamu mengunggah foto di instagram, maka simpan juga di harddiskmu. Begitu juga dengan video atau tulisan. Ini akan memudahkan kamu ketika terjadi apa-apa dengan platform tersebut atau kamu ingin berpindah tempat.

Apa sih isi kebun digital?

Bisa berbagai macam hal! apapun yang kamu mau. Ini adalah kebun milik kamu. Bisa berisi tulisan tentang aktivitas kamu sekarang, ide luar biasa atau ilmu yang ingin dibagikan.

Tidak harus tulisan, kamu bisa mengunggah foto , video atau suara. Bisa juga mengunggahnya di tempat populer lain, lalu menyertakannya di websitemu ini.

Tidak ada batasan! Ini adalah kebun kamu.

Apa manfaatnya?

Ruang berekspresi
Setiap dari kita ingin menuangkan ide dan pikiran. Dengan punya website kamu punya satu sumber utama tempat mengabadikan ini semua. Tidak takut lagi lupa.

Mendapat pekerjaan
Jika kamu seorang pekerja lepas (freelance) atau punya suatu karya, kamu bisa menjadikan media ini sebagai alat promosimu. Ingat orang-orang mencari sesuatu di internet lewat mesin pencari (Google). Saat konten kamu relevan dengan yang dicari, google akan menyertakan halaman websitemu untuk dunia. Tidak sedikit orang yang ditemukan oleh klien atau perusahaan berikutnya lewat karya yang ia bagikan di internet

Menambah semangat
Saya pribadi setelah membagikan sesuatu, menjadi lebih semangat untuk berkativitas lainnya. Saya senang ketika yang saya buat bermanfaat untuk orang lain.

Saya tidak tahu harus berkebun apa

Justru sering kali dengan adanya tekanan bahwa yang kamu bagikan ada di depan umum. Kamu jadi dipaksa berpikir lebih jauh.

Kamu juga bisa mulai menulis di sini, daftar hobi yang kamu suka atau daftar hal yang sedang kamu pelajari.

Jangan berniat untuk “mengajar” di awal. Ini menegangkan. Cukup niatkan untuk menuangkan isi pikiran. Isi pikiran kamu tidak salah, tidak juga benar. Kamu bisa berbagi pengalaman, pelajaran apa yang kamu petik bisa dibagikan di sini.

Tahapan sulit

Memulai
Mulai sangatlah sulit. Kamu akan mencari berbagai alasan untuk tidak memulainya. Karena itu, mulailah sekarang

Ketakutan
Setelah mulai akan muncul rasa takut atau malu. Hey! website yang kamu buat tidak harus langsung dibagikan. Kamu bisa menyimpannya untuk diri kamu sendiri. Nanti saat kamu merasa nyaman, baru kamu bagikan link nya ke orang lain.

Kita akan mati. Kenapa menyimpan sesuatu yang menarik sendirian saja? Yuk coba hal baru dan bagikan ke dunia ini.

Konsisten
Ini adalah rajanya. Banyak yang bisa memulai, tapi sedikit yang bisa disiplin mengisi kebun digital ini.

Ini adalah kebun

Apakah yang kamu tanam hari ini akan langsung tumbuh? apakah pasti panen? apakah pasti berhasil? tidak! Perlakukan kebun digitalmu seperti ini. Mungkin butuh waktu yang lama agar bisa berbuah. Tapi kamu perlu mulai untuk menanamnya.

Contoh saat membuat artikel, ia tidak harus langsung selesai. Kamu bisa menyimpannya sebagai ‘draft’ atau menandainya sebagai ‘catatan kasar’. Nanti saat kamu semangat lagi baru kembali menulis menyelesaikannya.

Yang kamu posting pun bisa diedit. Ingat.. ini adalah website kamu, kamu bisa melakukan apa saja. Kamu bisa menambahkan, mengurangi bahkan menghapus kontennya.

Tidak ada aturan main. Kamu tidak harus menampilkannya secara terstruktur seperti blog atau berdasarkan timeline seperti Facebook/Twitter. Terserah kamu ingin bentuk kebunnya seperti apa dan berisi apa.

A Brief History & Ethos of the Digital Garden
Digital Garden Terms of Service
🌱 My blog is a digital garden, not a blog

Penutup

Berkebun itu proses yang butuh waktu dan harus dikerjakan dengan cinta. Jangan terburu-buru, nikmati prosesnya.

Mari berkebun! silahkan tulis di komentar atau mention saya di twitter kalau ingin menunjukkan websitemu atau ada pertanyaan lainnya.

Saya pribadi cukup kaget, karena saat google “kebun digital” belum ada artikel berbahasa Indonesia yang membahas ini (belum muncul di hasil pencarian utama). Karena itu saya ingin mengajak teman-teman untuk menulis tentang “Kebun digital” ini untuk lebih mempopulerkannya.

Kata kunci: Apa itu kebun digital , apa itu digital garden, untuk apa punya website

Komentar di sini



Apa buku yang terbaik untuk dibaca

Buku apa yang terbaik menurut kamu untuk dibaca?

Saya punya banyak jawaban.
Tergantung kapan kamu menanyakan.

Saya pernah membeli buku.
Saat membacanya “hmm ngga menarik..”

Selang beberapa waktu kemudian,
Saya mencoba baca buku yang sama lagi,
“Wow.. keren banget!”

Perbedaannya adalah kapan saya membacanya.

Saat saya tertarik dengan dunia menulis,
Maka buku yang paling bagus menurut saya adalah buku tentang menulis

Saat saya tertarik dengan marketing,
Maka buku yang paling bagus menurut saya adalah buku tentang marketing

Silahkan ganti materinya, kalimatnya akan sama.

Berikan kesempatan kedua untuk buku yang belum kamu habiskan.
Pastikan waktunya tepat sesuai apa yang kamu butuhkan sekarang.

Komentar di sini




Baca tulisan lainnya di sini