Detailnya nanti saja

Sering dengar itu? “Sudah.. Detailnya nanti saja..”.

Tidak jarang proyek yang ingin kita kerjakan baik dengan orang lain atau diri sendiri berakhir di tengah jalan. Mungkin kehilangan semangat, sekedar lupa atau alasan lainnya.

Satu hal yang sangat membantu saya mengerjakan sesuatu adalah mendetailkan tugas dan masalahnya.

Sesuatu yang abstrak bikin kita malas untuk menyentuhnya, seakan ada hari esok yang akan datang dan saat sinar matahari muncul, semuanya menjadi terang benderang.

Sayangnya tidak, kamu perlu bangun dan membuat detailnya. Mulai dari detail masalah apa yang mau kamu hadapi sekarang. Dan detail langkah langkah kamu, paling tidak langkah awal. Agar kamu mulai bergerak.

Coret di atas kertas atau pakai aplikasi mencatat tercanggih yang kamu punya. Tuangkan detailnya sejauh mungkin. Agar kamu bisa mulai untuk melangkah.

JIka masih kurang jelas dan masih terlalu berat, bikin lebih detail lagi, sampai ada langkah pertama yang bisa kamu kerjakan.

Jangan terus membiarkan tugas menggantung di kepala, bikin detailnya sekarang.

Komentar di sini



Kamu suka idenya bukan kerjanya

Pernah ngga kamu duduk membayangkan “Ah coba saja saya jadi pelukis.. duduk.. tenang.. berkreasi.. tanpa ada tekanan bos.. " . Ganti ‘pelukis’ dengan pekerjaan yang kamu idamkan: pemain bola, penulis, designer, petani, dst…

Sebagian dari kita yang cukup beruntung, pernah merasakan transisi dari bekerja di bidang A dan sekarang bekerja di bidang B. Di mana ‘Bidang B’ adalah hal yang sangat kamu inginkan.. paling tidak saat kamu bekerja di ‘Bidang A’.

Kecenderungan manusia adalah sulit untuk mensyukuri apa yang ada sekarang. Ditambah dengan kelemahan, saat menginginkan sesuatu yang tidak kita punya, kita tidak adil dalam menilainya. Kita hanya berfantasi bagian positifnya saja, tanpa memikirkan efek negatifnya.

Saat membayangkan profesi/kerjaan/hobi baru yang entah karena melihat seorang youtuber/instagrammer melakukannya, kamu pun jadi berapi-api dan berandai-andai ingin melakukan hal yang sama.

Lupa ada yang namanya proses.

Ada bagian yang tidak enak dari semua hal. Termasuk mengejar mimpimu. Sulit untuk menguasai satu bidang, kamu akan capek, bosan dan menyerah saat belajar dan latihan. Kamu mungkin frustasi dan bilang “ini bukan untuk saya”. 180 derajat berbeda saat kamu masih ‘suka dengan idenya’ kamu merasa “ini 100% untuk saya”.

Tentu saja saya bukan menyarankan untuk “menyerah” alias berhenti mengejar mimpimu, tapi.. siap siap , untuk mengejar sesuatu dan berada di posisi nyaman, kamu sudah harus berekspektasi untuk melewati proses, belajar hal baru, praktek, latihan, dan gagal berkali-kali.

Komentar di sini



Sudah ada yang tulis duluan

Sering tidak sih kita bilang “Wah saya baru mau menulis tentang X.. sudah ada yang menulis duluan”.

Sonal Chokshi, seorang Editor, memberi tamparan.. kalau kamu mengalami hal ini.. kamu harusnya sadar, kalau yang kamu tulis berarti hal biasa. Hal yang orang lain bisa tulis.

Yang harusnya kamu tulis, adalah hal yang unik untuk kamu, tidak mungkin ditulis oleh orang lain.

Bukan hanya terjadi saat menulis, tapi juga saat menggambar, membuat bisnis, dan hal kreatif lainnya.

Komentar di sini



Waktu kosong

Dalam setiap waktu kosong, selalu muncul pilihan:
Apakah kamu ingin mengisi kekosongan ini dengan hiburan atau mengisinya dengan berkarya.

Waktunya sama-sama akan lewat.
Tapi salah satunya akan bertahan.

Komentar di sini



Mise en Place: Persiapan

Dalam dunia kuliner Prancis, ada istilah Mise en Place. Yaitu ketika semua bahan dan alat dipersiapkan sebelum mulai memasak, biasa dipakai di dapur profesional seperti restoran.

Mise en Place img by Rudy Issa

Chef yang memasak dengan cara ini, akan menjadi lebih menyenangkan. Bayangkan saat seorang chef harus cari garam di mana, atau harus melihat spatula terakhir sudah dicuci atau belum.

Kamu mungkin bukan seorang Chef. Tapi kamu bisa memperlakukan diri kamu seperti seorang profesional.

Mise en place.

Persiapkan semuanya sebelum kamu mulai bekerja.

Mulai dari dirimu. Persiapkan mental kalau kamu sedang bekerja. Tidak boleh ada chatting atau sosial media yang mengganggu.

Punya tempat yang sakral di mana kamu bekerja. Jika HARUS bekerja di tempat umum, maka pasang sign(tanda) kalau kamu sedang berada di ‘deep work’, tidak boleh diganggu. Sedang bekerja dengan fokus.

Secara fisik siapkan juga semuanya, jika menggunakan laptop, cas sebelumnya. Jika butuh ruang berpikir, letakkan buku kosong dan pulpennya. Siapkan semuanya sebelumnya.

Bukan hanya menambah barang yang kamu butuhkan, tapi perlu juga kurangi. Di meja kamu, hanya boleh ada benda yang relevan untuk kamu bekerja saat itu.

Sisanya letakkan pada tempatnya atau buang sampahmu!

Jangan ada barang yang mengganggu mata atau pergerakanmu.

Persiapkan semuanya sebelumnya. Kamu seorang profesional.

Komentar di sini




Baca tulisan lainnya di sini