Bagaimana cara membuat startup

Kamu bingung ide apa yang bagus untuk startup? kamu ngga tahu ide kamu bagus atau jelek? Orang-orang selalu mengaitkan startup dengan ide, sementara yang diperlukan sebenarnya dalam startup adalah “Menyelesaikan Masalah”.

Kalau kamu bisa menawarkan solusi untuk masalah orang, kemungkinan besar orang akan rela membayarnya, dari sini startup kamu bisa berjalan. Sama seperti obat, orang yang sakit tidak punya pilihan lain kecuali membeli obatnya.

Ide yang unik, design yang cantik ditambah hacker yang ciamik, sayangnya akan percuma kalau produk yang kamu buat tidak digunakan oleh orang lain.

Bagaimana biar produk kamu digunakan orang lain? mudahkan hidup orang! entah itu membuat orang bisa lebih menghemat waktunya dengan aplikasi yang kamu bikin, menambah pengetahuan (sekolahkoding) atau membantu bisnis (bukalapak, tokopedia, etc.) bahkan kehidupannya(driver GoJek).

Kalau pengguna kamu benar-benar terbantu dengan aplikasi/website/produk yang kamu kembangkan, jangan heran kalau orang akan menggunakannya. Tidak sampai disana, orang-orang ini akan dengan senang hati memberitahukan orang lain tentang produk kamu tanpa kamu minta. Karena mereka benar-benar cinta(butuh) bukan sekedar suka.

Lihat sekeliling kamu

Kalau kamu sedang bingung mencari ide…. jangan cari ide!

Lihat sekeliling kamu, masalah apa yang kamu punya sekarang. Apa produk yang kamu harapkan hadir tapi belum ada. Kenapa kamu tidak bikin? saya membuat sekolahkoding karena saya tidak menemukan referensi belajar programming dalam Bahasa Indonesia untuk teman-teman saya.

Lihat sekeliling kamu, masalah apa yang keluarga atau teman kamu sedang alami. Tanyakan kenapa mereka tidak menggunakan produk “A” misalnya, tanyakan dimana kekurangannya, di bagian mana kamu bisa menawarkan solusi.

Lihat sekeliling kamu. Produk apa yang kamu tidak suka sekarang, apa kurangnya. Google hadir saat sudah ada mesin pencari lain sebelumnya. Begitu juga dengan Facebook, sosial media sudah banyak sebelum facebook hadir, mereka tidak baru. Tapi kalau kamu bisa membuat produknya lebih baik (lebih cepat, lebih hemat, lebih mudah dsb.), jelas orang akan menggunakannya.

Sebagian besar orang takut kalau produk yang mau dibuat sudah ada sebelumnya, sebenarnya ini pertanda baik kalau market(pasar) yang ingin kamu jual, sudah ada. Bagaimana kalau pemainnya banyak? ini juga tanda kalau pasar yang ingin kamu masuki, masalah mereka belum terselesaikan sepenuhnya. Tapi kalau bisa memilih, jelas saya akan memilih mencari pasar yang tidak ramai orang di dalamnya. Cari masalah yang unik, yang orang lain belum melihatnya, kamu akan menjadi seperti tambang emas, diperebutkan banyak orang.

Ide datang setelah kamu tahu masalahnya. Orang-orang tahu masalah mereka, tapi belum tentu mereka tahu solusinya. Disini kamu bisa memasukkan kreativitas kamu, mengeksplor ide, berabagai macam solusi yang bisa digunakan.

Belajar juga membunuh ide kamu sendiri. Jangan asumsikan semua ide kamu bagus. Setelah mendapatkan feedback jangan memaksakan apa yang jelas-jelas tidak diperlukan.

Mulai kecil
Saat orang-orang melihat google yang sangat besar dan mengurus mulai dari email, cloud computing dll. orang lupa kalau google dimulai hanya dari sistem pencari. (Sistem pencari yang luar biasa).

Begitu juga saat facebook menguasai dunia, orang lupa kalau Mark memulainya dari satu kampus saja, kampusnya sendiri.

Orang terkaya saat ini, Jeff Bezos, dengan amazonnya yang saat ini menjual semua barang dimulai dari menjual buku.

Jangan latah ingin mengerjakan semuanya, memperbanyak fitur belum tentu keuntungan. Tapi fokus selesaikan satu masalah dengan luar biasa

Berbicara dengan calon pengguna

Kenalkan Haer, Haer seorang programmer, suatu hari saat sedang di toilet, dia punya ide cemerlang (menurutnya). Haer memutuskan untuk bertapa berbulan-bulan di kamar menulis program membuat aplikasinya dan pada saat launching tidak ada yang memakai. Masalahnya? Haer memulai dari idenya sendiri, tanpa meminta pendapat orang lain, bukan dari masalah yang sebenarnya ada.

Saat meminta pendapat pun hindari menanyakan ke keluarga atau teman dekat. Mereka akan bersikap sopan dan tidak akan membuat kamu sedih sendiri, mereka akan bilang “bagus”, “keren”, dan kawan-kawan. Tapi saat produk kamu harus digunakan, belum tentu mereka akan pakai.

Cari orang-orang yang mengalami masalahnya, tahu persis di mana mereka sekarang. Kalau kamu ingin membuat solusi aplikasi chat khusus untuk bapak-bapak (ide buruk) yang perlu kamu lakukan adalah datang ke warkop (warung kopi), tempat kebiasaan mereka sebelumnya, tanyakan bapak-bapak ini apa yang mereka suka saat berbincang, apa yang mereka tidak suka. Belajar mendengarkan, bukan langsung menawarkan apa yang kamu buat. Tugas kamu berikutnya, bagaimana menerjemahkan kesusahan mereka di kehidupan nyata dalam bentuk produk yang membantu.

Kamu tidak perlu menjadi expert di startup

Saat ini banyak perlombaan dan acara startup yang datang dengan badai informasi tentang startup A-Z. Bagaimana mengurus legal startup, bagaimana marketing, public relation, growthhack dan sebagainya.

Kabar baiknya, ini bukan hal yang utama yang perlu kamu perhatikan. Tetap fokus ke user/pengguna utama kamu. Apa masalah mereka dan selesaikan dengan baik. Kalau terdengar mengulang, sayangnya memang hal ini yang penting dan selalu terlewat.

Yang kamu perlukan sekarang, adalah menghabiskan waktu dalam permasalahan yang diselesaikan (menjadi ahli di bidang ini, bukan di pelajaran startup). Kalau kamu membuat aplikasi kasir untuk cafe, jangan takut untuk magang di sebuah cafe, entah itu jadi barista atau di bagian kasir. Apapun yang bisa kamu lakukan untuk bisa tahu kondisi sebenarnya. Bukan hanya menebak-nebak atau sekedar mencari informasi di internet. Terjun langsung di bidang yang mau kamu beri solusi.

Jadwalkan untuk rutin berbincang langsung dengan para owner cafe atau baristanya (contoh yang di atas), gali masalah sebenarnya yang mereka alami. Kamu akan membuat produk yang benar benar terpakai, bukan mengembangkan banyak fitur berdasrkan persepsi kamu sendiri.

Mengerjakan dengan sederhana
Banyak yang panik memikirkan bagaimana kalau banyak orang yang menggunakan produknya? dia mulai menyewa komputer yang lebih canggih, membayar iklan di berbagai sosial media untuk mencari pengguna atau membuat semua sistem menjadi automatis.

Cerita populer dari AirBnB, founder mereka berkeliling ke para penyedia kamar/rumah untuk merasakan langsung bagaimana saat memakai AirBnB. Atau saat mereka memutuskan untuk menyediakan fotografer professional yang datang dari rumah ke rumah, agar gambar dari kamar mereka menjadi jauh lebih menarik untuk ditampilkan.

Yang tim AirBnB lakukan di atas tidak automatis, tidak bisa diperbesar(scale) langsung. Tapi dengan cara di atas mereka jadi tahu tentang masalah pengguna mereka. Dengan ini juga, mereka bisa lebih spesifik membantu. Masalah “scale” adalah masalah berikutnya, untuk sekarang yang perlu kamu fokus adalah pengguna kamu yang sudah ada benar-benar puas.

Komposisi tim untuk startup

Cukup sulit menjelaskan ini karena saya pribadi memulainya sendiri (dan beruntung di tengah jalan bertemu teman yang pas mengembangkannya).

Mau tidak mau produk kamu harus DIBIKIN, karena itu komposisi utamanya adalah seorang hacker(developer/programmer). Orang yang bisa membawa ide+masalah tadi dalam bentuk yang bisa digunakan.

Kalau kamu seorang programmer dan ingin berjuang di startup, kamu sudah ada di depan garis start. Tugas kamu sekarang, mencari seorang “expert” atau pengguna ideal di bidang yang ingin kamu tekuni. Carilah orang yang sudah lebih dulu terjun di bidang ini walaupun konvensional. Ia sudah punya banyak informasi dan jaringan yang bisa kalian manfaatkan nanti.

Bagaimana kalau kamu bukan programmer? cari teman programmer dari sekarang. Saya pernah mendengar cerita founder Canva, seorang wanita yang terus berkeliling event programmer, demi mencari seorang co-founder. Tidak perlu seekstreme itu, cari orang-orang dekat, teman kamu sendiri yang punya skill programming dan diskusikan apa yang mau kamu buat.

Yang ideal tentunya kalian sudah berteman bertahun-tahun, akan sangat memudahkan komunikasi, dibanding membuka lowongan pekerjaan atau ikut ke program “matchmaking” demi mencari co-founder.

Secara umum tugas kalian terbagi menjadi dua (kalau berdua):

1. Berbicara dengan user / ahli / dan orang-orang yang berhubungan dengan masalahnya. (Mencari tahu, mengerti masalah yang ingin diselesaikan)

2. Membuat aplikasinya

Urusan legal, bisnis, public relation dan lainnya akan berjalan seiring waktu.

Mencari Investor

Saya tidak pernah mencari investor. Jadi saya juga tidak akan menyarankan kamu untuk itu. Kalau produk yang kamu buat berjalan dan benar-benar terpakai, percaya 100%, investor yang akan mencari kamu. Idealnya kamu bisa berjalan mandiri saat ada pengguna yang sudah membayar produkmu.

Tentu saja ada kasus kamu membutuhkan uang lebih dari yang kamu punya sekarang, tapi jangan menghabiskan waktu untuk ke acara-acara, sekedar mempresentasikan ide demi mencari investor, padahal produk yang kamu buat sendiri tidak jelas apakah orang membutuhkannya atau tidak. Selalu fokus ke masalah dan solusi yang kamu tawarkan. Pastikan orang benar-benar membutuhkan dan memakinya, tidak ada resep rahasia.

Sederhana tapi tidak

Pada dasarnya yang perlu kamu lakukan adalah menyelesaikan masalah yang asli terjadi. Betul, tidak mudah, kalau mudah semua orang sudah membuat startup yang berjalan sekarang.

Disinilah perlu mental yang berbeda dengan orang lain kalau kamu mau terjun di bidang ini. Mindset yang memang ingin membantu orang lain (menyelesaikan masalah yang kamu pilih) akan menjadi bahan bakar utama saat semuanya sulit. Menyatukan niat, pikiran, kata-kata dan produk yang dibuat sangatlah sulit.

Sebelum kamu membuat logo, mengatur jadwal meeting, memilih teknologi, mengumumkan ke media, tanyakan ke diri sendiri apakah yang kamu lakukan ini penting? Kalau kamu mengeksekusi semuanya dengan baik tapi produknya tidak berguna, kamu sudah terjebak di dalam sibuk karena malas berpikir.

FYI
Orang yang saya dengar untuk urusan stratup: Derek Sivers, Paul Graham, DHH/Jason Fried.



<< Kembali ke Halaman Awal