Cara menjadi kaya, tanpa beruntung dari @Naval

Naval, seorang investor dan filsuf (pemikir) nge-tweet tentang “Bagaimana cara menjadi kaya (tanpa beruntung)”. Sangat relevan termasuk untuk yang tinggal di Indonesia. Idenya sendiri teman-teman bisa temukan dari Warren Buffet, Tim Ferriss, dll, ditambah dengan beberapa pemikiran dari Naval.

Baca sampai akhir! akan ada plot-twitst nanti. Tweet yang ditranslate akan dibungkus dalam kutipan, sementara komentar dan konteks dari saya dalam tulisan biasa. Tweet aslinya bisa dibaca disini. sekedar membaca saja, cukup sulit, karena itu saya mencari beberapa podcast dari Naval untuk penjelasan dan konteks yang lebih detail. Kalau ada yang mau dikoreksi, dengan senang hati! Agak panjang intronya, tapi memang perlu saya sampaikan. Sekarang.. Markimul! mari kita mulai…

Konteks kaya yang dibahas

Kaya yang kita bahas disini adalah kaya punya uang. Bukan kaya hati atau kaya pikiran. Bukan berarti uang yang paling penting, hanya saja, yang sekarang dibahas adalah tentang ini.

“Bagaimana menjadi kaya (tanpa beruntung)”

“Cari ‘kekayaan’ bukan uang atau status.”

“Kekayaan adalah punya asset yang terus menghasilkan walaupun kamu sedang tidur.

Uang adalah bagaimana kita mentransfer waktu dan kekayaan.

Status adalah tempat di mata sosial”

“Kekayaan yang etis (sifatnya positif) itu mungkin.
Kalau kamu membenci kekayaan
Kekayaan akan menghindari kamu”

Kaya sering diidentikkan dengan berfoya-foya atau sesuatu yang tidak layak dicontoh, padahal kaya sendiri bersifat netral. Tergantung siapa yang memegang dan bagaimana mengolahnya. Jangan takut kaya, ada banyak pintu kebaikan juga disana.

“Abaikan orang yang bermain di ‘status’
Mereka mendapat status dengan menyerang orang yang bermain di ‘kekayaan’.”

Seseorang yang ingin serba praktis dan tidak memiliki kekayaan ini, hanya bisa bermain dengan menyerang orang-orang yang punya kekayaan. Mereka mulai berkomentar dan kritik dengan niat menjatuhkan dan dapat perhatian.

Gambaran besar

“Kamu tidak akan menjadi kaya dengan menyewakan waktumu. Kamu harus punya ‘saham’ (kepemilikan di bisnis) untuk jadi bebas finansial”

Dengan bekerja di kantor orang atau freelancing, artinya kamu digaji per jam dan setiap dari kita punya batasan waktu. Karena itu penghasilan jelas akan terbatas.

“Kamu bisa kaya dengan memberikan apa yang publik mau tapi belum tahu bagaimana cara mendapatkannya.“

“Pilih industri dimana kamu akan bermain dalam waktu dan dengan orang-orang dalam jangka panjang”

“Internet sangat meluaskan pilihan karir, sebagian besar orang belum sadar akan hal ini.”

Bisnis dalam teori cukup sederhana, sediakan apa yang orang mau beli. Semakin banyak orang yang mau tentunya semakin bagus. jangan cuma mencari uang ‘jangka pendek’ , pikirkan juga apa yang bisa bertahan lama. Jangan lupa kamu punya teman internet, yang sayangnya sangat tidak dimaksimalkan.

“Mainkan ‘permainan yang berulang’
Semua yang mengembalikan dirinya sendiri/berkembang: baik itu dalam kekayaan, hubungan atau pengetahuan.”

Bayangkan sesuatu yang terus berjalan dan berkembang sendiri, misalnya pada konteks ‘hubungan’ kamu berkenalan dengan si A, saat si A punya kesan yang baik tentang kamu, dia akan mengenalkan dan mempromosikan kamu ke si B, si C, dan begitu seterusnya.

Begitu juga dengan pengetahuan, belajar skill skill dasar yang bisa membuka banyak pintu ilmu baru. Misalnya kamu belajar bahasa inggris, ada banyak sumber belajar yang bisa kamu buka saat kamu sudah bisa berbahasa inggris. Jadi bisa baca buku atau dengerin podcast luar negeri.

Memilih Partner

“Pilih partner bisnis yang cerdas, bersemangat dan tentunya berintegritas”

“Jangan berpartner dengan orang sinis dan pesimis. Kepercayaan mereka hanya untuk diri sendiri”

Skill Unik

“Belajar untuk MENJUAL. Belajar untuk BIKIN. Kalau kamu bisa melakukan keduanya, kamu tidak bisa dihentikan.”

Selanjutnya, kita akan berkenalan dengan ‘skill unik’ disebut oleh Naval ‘specific knowledge’

“Siapkan diri kamu dengan pengetahuan yang spesifik, (selanjutnya akan saya sebut sebagai -skill unik -), bertanggungjawab dan punya pengaruh.”

“Skill unik didapat dengan rasa penasaran yang murni dan ketertarikan dibandingkan dengan sekedar apa yang trend.”

“Untuk kamu: Membangun skill unik akan terasa seperti sedang bermain, tapi akan terlihat seperti pekerjaan untuk orang lain”

“Skill unik hanya diajarkan dengan ‘magang’ (belajar langsung dari orang), bukan dari sekolah.”

“Skill unik bisa bersifat teknikal atau kreatif. Tidak bisa dioutsouce (kerjakan orang lain) atau dibuat automatis.”

Pelajar skill yang unik untuk kamu sendiri atau hanya beberapa orang yang punya, jangan takut tidak original, hanya Nabi Adam yang punya originalitas, sisanya kita adalah turunan atau gabungan dari berbagai ilmu yang kita dapat. Suarakan dengan suara kamu sendiri.

Tentunya tidak mudah dan tidak bisa diajarkan begitu saja. Kalau bisa, semua orang sudah melakukkany, alias tidak lagi unik! Gabungkan hal-hal yang kamu pelajari dan racik formulamu sendiri!

Tentang tanggung jawab

“Terima tanggung jawab dan siap menanggung resiko di bisnismu. Publik akan menghadiahi kamu juga dengan kepercayaan, modal dan pengaruh”

“Orang orang yang paling bertanggung jawab punya brand tunggal dan beresiko: Oprah, Kanye, Elon” (jenis yang terkuat tapi bukan satu satunya)

Mengenal Tuas/Pengungkit

“Berikan aku tuas(pengungkit) yang cukup panjang dan tempat untuk berdiri, akan kugerakkan Bumi” - Archimedes

Kalau kamu belum pernah dengar tuas, arti aslinya alat untuk mengangkat beban yang lebih berat. Mengangkat batu dengan tangan kosong akan lebih berat dibandingkan dengan menggunakan tuas. (menopang di salah satu sisinya).

sumber:http://fisikazone.com

“Kekayaan juga membutuhkan tuas. Tuas di bisnis berasal dari 1. kapital, 2. orang(buruh) dan 3.produk yang tidak membutuhkan biaya tambahan untuk dibuat ulang (program dan media)”

Tentu tuas yang dimaksud disini bukan lagi alat, tapi sebagai gambaran ada hal-hal berat yang jadi lebih ringan dan memungkinkan dengan menggunakan ‘tuas’ ini, akan dijelaskan 3 jenis ‘tuas’ di bawah.

“1. Kapital berarti uang. 2. Orang / Buruh, berarti ada orang yang bekerja untuk kamu. Ini bentuk kekayaan tertua dan banyak diperebutkan. Jenis ini akan terlihat bagus di orang tua kamu, tapi jangan habiskan waktu untuk ini“

Di atas dijelaskan 2 jenis tuas.

1. Uang: menjadi alat investasi, bisa jadi uang kamu langsung atau mengelola uang orang untuk diinvestasikan. Kamu tidak bekerja langsung, tapi mempercayakan sekian dari uang kamu untuk menjadi bisnis orang lain.

2. Orang: bayangkan sebuah pabrik yang tidak full mesin. Akan ada banyak orang yang bekerja, dan di mata orang dulu, semkain banyak pekerjamu berarti kamu semakin kaya.

Dua jenis tuas ini membutuhkan IZIN. Semua orang mengejar kapital (uang), tapi butuh seseorang untuk memberikan ini (dari hasil usaha atau investor). Semoga orang juga ingin memimpin (punya karyawan), tapi butuh orang untuk mengikuti kamu. Sekarang kita kenalan dengan jenis yang ketiga, yang direkomendasikan.

“Kode(program) dan media adalah tuas yang tidak membutuhkan izin. Ini adalah tuas dibalik kekayaan Kamu bisa bikin software dan media yang bekerja untuk kamu, termasuk saat kamu sedang tidur.”

“Pasukan robot sudah tersedia. Bentuknya dalam data center untuk mengefesiensikan tempat, gunakan ini!”

Programming salah satu pekerjaan yang spesial di jaman sekarang. Kamu bisa bikin software satu kali yang digunakan ratusan ribu bahkan jutaan orang sekaligus. Contoh kongkrit, sebelum instagram dibeli facebook, dengan jutaan usernya, hanya ada 10 orang yang bekerja di instagram. Bayangkan faktor pengali yang sangat besar!

“Kalau kamu ngga bisa ngoding/programming, tulis buku, blog atau rekam video / podcast (audio)”

Punya media juga tentu spesial. Kamu menulis buku satu kali, atau merekam video satu kali, orang akan terus bisa mengkonsumsinya. Kamu tidak diperlukan di saat itu juga (berbeda dengan bekerja manual).

Mengambil keputusan

“Tuas adalah faktor pengali besar dalam mengambil keputusan”

“Dalam mengambil keputusan membutuhkan pengalamaman.

Tapi bisa dipercepat dengan belajar skill-skill dasar.”

Kita hidup setiap detik dengan berbagai pilihan, mau mengerjakan A atau B, sangat penting. Karena itu penting untuk belajar mengambil keputusan yang benar, termasuk apa yang mau kamu pelajari dan kerjakan.

“Tidak ada yang namanya skill/pelajaran ‘binsis’. Hindari majalah bisnis dan kelas bisnis”

“Belajar mikroekonomi, psikologi, teori permainan, cara mengajak, etik, matematika dan komputer.”

“Membaca lebih cepat dibanding mendengarkan. Mengerjakan lebih cepat dibanding menonton.”

Jangan berharap jadi ahli bisnis dengan kuliah atau sekedar membaca buku. Kamu perlu praktek dan menggabungkan berbagai ilmu dasar lainnya. Ingat, lakukan segala aktivitas dengan sadar, tidak sekedar berjalan.

Bekerja

“Bayangkan kamu punya tarif per jam. Kalau ada masalah yang harganya lebih murah dibanding tarif per jam kamu, abaikan saja. Kalau outsourcing (mengoper pekerjaan ke orang lain) bisa lebih murah, outsource pekerjaan ini!”

“Bekerja keras! Ingat, dengan SIAPA kamu bekerja dan APA yang kamu kerjakan lebih penting dibanding sekedar bekerja keras.”

“Jadi yang terbaik di dunia ini dalam hal apapun yang kamu lakukan. Terus refleksi dan perbaiki apa yang kamu lakukan sampai ini menjadi benar”

“Tidak ada ‘cara cepat kaya’. Yang ada orang lain menipu kamu untuk mereka jadi cepat kaya.”

“Gunakan ’skill unik’ + ’tuas’… Kamu akan merasakan hasilnya.”

Dan pertanyaan yang terpenting.. apakah kamu harus menjadi kaya?

“Saat kamu sudah punya kekayaan nanti. Kamu akan sadar kalau bukan ini yang kamu cari. Hal ini akan dibahas di bagian lain!”

Yes! 100% setuju dengan penutup ini. Uang bisa menyelesaikan beberapa hal, seperti membayar tagihan, membantu orang yang susah, tapi bukan berarti uang tidak ada efek sebaliknya. Tidak sedikit orang yang stress dan salah menggunakan uang. Akan dibahas di bagian lain! sebagai pengantar: baca juga “sukses berbeda dengan terkenal”



<< Kembali ke Halaman Awal