Hidup dan Perpindahan

Hidup selalu dipenuhi dengan perpindahan. Perpindahan waktu, perpindahan tempat dan berbagai perpindahan yang lain. Baru-baru ini (1 hari yang lalu, ketika post ini ditulis), saya berpindah tempat tinggal dari Berlin, Jerman ke Makassar, Indonesia. Meskipun bukan yang pertama kali, karena SMP saya pindah ke Sukabumi, sebelum SMA di Ibukota, tetap saja perpindahan ini tidak terasa ringan. 

Salah satu guru menyampaikan, “al harokah barokah”, bergerak itu adalah keberkahan. Seseorang yang hanya pernah ke satu tempat, pengetahuan dan pengalamannya tidak bisa dibandingkan dengan orang yang sudah pernah ke berbagai tempat. Di setiap tempat akan ada perbedaan kebiasaan, perbedaan cara berpikir, perbedaan menyikapi sesuatu, ada banyak ilmu yang bisa didapat dari tempat yang berbeda. Maka sudah jadi hal yang wajar, kalau seseorang yang masih dalam keadaan sehat untuk terus bergerak atau beraktivitas. 

“Buang yang jelek, ambil yang bagus”, prinsip sederhana yang harus diterapkan ketika kita berpindah dari satu hal ke tempat lain termasuk tempat. Berbagai pelajaran yang buruk ataupun baik, harus kita bawa ke tempat berikutnya, yang buruk menjadi pengalaman untuk tidak diulang dan diterapkan, sebaliknya yang baik, menjadi senjata utama mendukung kebaikan yang ingin dilakukan. 

Saya pribadi sangat tertarik, melihat satu tahun ke depan paling tidak, jika diberi waktu oleh Allah, kebaikan apa saja yang bisa saya perbuat di tempat lama dan baru saya ini, Makassar. 3 sampai 4 bulan awal akan saya habiskan untuk berkonsentrasi mengembangkan sekolahkoding, semoga bisa banyak mengubah hidup orang lain! mohon doanya!



<< Kembali ke Halaman Awal