Kuliah

Jalan yang akan saya jelaskan bukan untuk semua orang, kalau kamu senang mengumpulkan seritifikat atau merasa dengan tambahan gelar lebih terhormat, tidak perlu melanjutkan untuk membaca.

Untuk menghilangkan ambiguitas, setiap saya menulis kata “kuliah”, yang saya maksud adalah duduk di kelas dan mendengarkan teori.

Masih membaca? markimul, mari kita mulai… Ada jalan yang lebih baik dibanding kuliah untuk mendapatkan ilmu, yaitu bekerja langsung di tempat yang kamu mau. Tentunya bukan langsung menjadi manager atau posisi yang tinggi, tapi mulai dari magang. Tawarkan kamu akan membantu apapun selama kamu bisa langsung merasakan suasana bekerja di tempat ini.

Saya harus membuat pengecualian untuk bidang yang saya tidak mengerti, yaitu untuk dokter dan pengacara. Saya tidak tahu apakah ada rumah sakit/puskesmas yang mau menerima “dokter” yang tidak jelas belajar dimana.

Kembali lagi, dengan hampir setiap hari berada di tempat kerja, kamu akan lebih cepat mempelajari sesuatu, kamu bisa bertanya langsung ke orang yang kamu lihat, bukan lagi mengira-ngira seperti apa kerjaan ini nantinya.

Okay sekarang kita asumsikan kamu mengambil jalan ini, atau kamu sudah bertahun-tahun kuliah dan merasa tidak belajar apa-apa, pertanyaan berikutnya “Bagaimana dengan pelajaran teori dasarnya? tidak mungkin ada orang yang mau mengajar dari pagi sampai malam, mereka semua sibuk”.

Ada beberapa cara untuk ini (bisa pilih satu, bisa semua)

1. Cari komunitas/event di kota kamu yang bisa jadi pintu masuk untuk mempelajari yang kamu mau. Berjalan dan berjuang dengan orang-orang yang sevisi jauh lebih nyaman, dibanding kuliah yang tidak semua orang masuk karena keinginannya, ada yang mengikuti trend atau disuruh orang tua.

2. Masuk kuliah! (Loh bukannya poin tulisan ini, agar tidak perlu kuliah). Bukan, yang mau saya tekankan jangan kuliah hanya untuk gelar atau nilai, tapi murni untuk belajar. Kamu pilih, pelajaran apa yang kamu suka dan masuk ke kelas itu, tidak perlu semua kelas. “Bisa tidak lulus dong?” iyap, kemungkinan besar.

Saat kamu kuliah, tanyakan ke dosen/profesor di luar waktu mengajarnya, dimana kamu bisa mendapatkan referensi kurikulum / pelajaran di luar kuliah, catat dan mulai petualangan belajar kamu.

3. Mulai gunakan internet dengan seharusnya. Kamu bisa buka pintu informasi disini, bukan cuma main game atau nonton youtube. Cari apa yang mau kamu cari, seperti “cara menjadi chef” , “cara menjadi web developer” dst. Kamu akan membaca beberapa list yang harus dipelajari, pelajari ini satu per satu (bisa dari internet atau belajar offline (poin 1& 2)).

Apa yang bisa kamu lakukan di perkuliahan?

Salah satu bagian penting di kuliah adalah kamu mengenal orang, jadi sangat sayang kalau kamu kuliah tapi tidak bertanya cerita teman-teman di sekitar kamu. Hal ini tidak bisa kamu dapatkan online. Saling berbagi ketertarikan dan mencari apa yang bisa dilakukan bersama di luar kuliah (belajar atau membuat proyek).

Kuliah juga bisa menjadi jembatan. Tanyakan ke dosen/profesor, apa yang akan kamu pelajari selama kuliah (*kalau ada, minta kurikulumnya). Tanyakan lagi kalau di luar kuliah, dimana kamu bisa belajar, siapa orang-orang yang perlu diperhatikan di bidang ini. Tulis daftarnya, kalau orangnya masih hidup dan ada di kotamu, cari cara untuk berbicara dan mengambil ilmunya, kalau orangnya jauh atau sudah meninggal, cari tulisan atau karya yang sudah dibuat, belajar dari sana.

Saya berharap kuliah nanti bukan dibagi per semester, tapi dibagi ke kelas-kelas. Orang masuk sesuai dengan keinginannya, dia bisa menjahit sendiri pelajaran apa saja yang dimau dan menjadikannya satu pakaian custom yang utuh. Jangan heran kalau semua orang belajar hal yang sama, akan terlahir banyak orang rata-rata, seperti bekerja di pabrik, semua orang mengerjakan hal yang sama, tidak perlu kreatif.

Dunia kuliah juga perlu sadar, kalau internet bisa membuat pelajaran yang sebelumnya disampakan satu semester bisa dikemas jadi satu jam materi. Orang yang ahli di kampus (dosen/profesor) sangat sayang jika harus terus mengajarkan hal yang sama. Manfaatkan online untuk menyampaikan materi, jadikan kuliah sebagai tempat diskusi dan bertanya untuk mahasiswa yang penasaran, bukan tempat menyuapi mahasiswa yang malas.

Kuliah biasanya menyediakan “lab” untuk meneliti dan mengeksplor banyak hal, kalau kuliah harus menginvestasikan uang yang lebih banyak, fokuslah ke bagian ini, karena ini merupakan jalan penting untuk ilmu, bukan sekedar duduk mendengarkan. Bekerja di lab juga bisa mengakselerasi proses belajar seperti magang, selama kamu haus ilmu.

Saya juga berharap (saya dan kamu) bisa membuat lab-lab terbuka, menjadi jalan untuk orang-orang yang mau belajar dengan praktek. Bukan hanya untuk yang kuliah, tapi untuk yang punya ketertarikan. The point is perbanyak praktek (meneliti, bereksperimen dan bertanya), sebagai contoh kalau menurut kamu untuk sukses berbisnis kamu perlu kuliah, sudah berapa banyak harusnya “ahli bisnis” yang kita punya :D. Tanyakan juga hal ini ke om Bill Gates dan Steve Job.

Kembali ke tema awal

Sekarang kita kongkritkan, bagaimana bisa mendapatkan tempat magang di perusahaan yang kamu mau tanpa gelar kuliahan.

Pertama, pastikan kamu mengenal perusahaan yang kamu mau dan memang kamu ingin belajar (bekerja) di sini.

Kedua, di luar CV (yang biasa dipakai untuk melamar) tuliskan dengan detail (super detail) kenapa kamu tertarik bekerja disini, apa yang kamu harapkan dan apa yang kamu siap lakukan.

Ketiga, ceritakan apa yang sudah kamu bikin, sebagai tanda kamu serius, bukan sekedar “mau”. Contoh kamu mau menjadi seorang graphic-designer di sebuah toko online, tampilkan design-design yang selama ini sudah kamu bikin. Kalau belum ada, bikin sekarang ! Kalau belum ada, ini juga salah satu tanda, kalau kamu tidak serius ingin bekerja di bidang ini.

Perbanyak eksperimen, membuat sesuatu, tidak ada yang peduli kalau kamu gagal, jadikan ini bahan belajar.

Keempat, ini cara barbar, cari orang yang bekerja di perusahaan ini, internet membuatnya lebih mudah. Contoh kamu ingin bekerja sebagai seorang web developer, cari CTO atau web developer lain yang sudah bekerja disini. Lakukan cara no.2 dan no.3 diatas. Bedanya kalau sebelumnya melamar dengan jalur resmi, sekarang kamu mengetuk pintu hati orang ini, buktikan kamu serius mau belajar dan mau bekerja. Kalau “dia” tertarik, dia akan mencarikan jalan untuk kamu mulai magang/kerja.

Ingat saat kamu sudah berhasil masuk, jangan tinggalkan rasa penasaran. Tunjukkan seberapa antusias kamu belajar, dekati orang-orang yang mau kamu ambil ilmunya, bertanya, tapi jangan menjadi pemalas, tanyakan hal yang penting dan bisa membuat kamu mandiri. Seperti dimana kamu bisa belajar, sumber belajar apa yang bagus, apa saran mereka untuk kamu kalau ingin berkembang dan pertanyaan lainnya. Tunjukkan setiap hari progres dari yang kamu tanyakan, bukan rajin bertanya, tapi malas berjalan.

Kesimpulan

Dalam beberapa hal kuliah tetaplah bagus, tapi bukan ramuan yang pas untuk menjadi seorang ahli atau mengejar cita-cita kamu. Ada hal lebih yang bisa kamu lakukan, belajar dengan bekerja langsung.

Kalau kamu tidak percaya kuliah belum maksimal, coba cek lagi ada berapa banyak angka pengangguran, orang yang sudah lulus kuliah banjir saat -job fair- diadakan. Coba survey secara acak saat ada wisuda, tanyakan 5-10 orang, apa yang mereka pelajari selama kuliah :D.

Sekali lagi, jalan ini tidak untuk semua orang, kalau kamu tidak suka, silahkan kembali ke kampus.



<< Kembali ke Halaman Awal