🌚 Dark

Sukses berbeda dengan terkenal

Bagaimana kamu mengukur sukses? diwawancara dan masuk koran? diliput televisi? atau kemana-mana bisa dikenal orang?

Orang-orang sering tertukar antara sukses dan menjadi populer. Seringkali yang dimau adalah sukses, tapi terjebak dengan populer.

Naval Ravikant, seorang investor pernah bilang “You want to be rich and anonymous, not poor and famous.” saya artikan “Kamu mau menjadi kaya dan tidak dikenal, bukan miskin dan terkenal”.

Saya akan ubah sedikit: “Yang kamu mau itu jadi sukses dan tidak dikenal, bukan -tidak sukses- dan terkenal”.


Sebagai contoh, kalau kamu seorang guru di suatu desa terpencil. Parameter sukses kamu adalah ketika 5 orang murid yang kamu ajar berhasil menjadi orang yang bermanfaat, bukan saat acara TV datang meliput.

Contoh lain, kalau kamu seorang koki, setiap orang yang mencoba makananmu dan merasa bahagia, ini parameter sukses kamu. Bukan ketika ‘foodblogger’ atau kritik atau pemberi nilai, memberi cap bintang lima.

Terakhir, kalau kamu membuat organisasi non-profit, berhasil mengumpulkan orang-orang baik dengan pikiran yang sama dan membantu yang membutuhkan, ini parameter kamu. Bukan saat koran mengangkat cerita tentang organisasi kamu.


Saat ini isu startup digital sedang hangat, orang-orang berlomba menjadi gojek, bukalapak atau tiket berikutnya. Dari negara ataupun swasta mengadakan banyak perlombaan dan ajang kompetisi untuk mencari startup berikutnya.

Kesalahan teman-teman yang baru terjun, adalah menjadikan ini tujuan. Merasa saat menjadi nomer satu di acara ini atau saat sudah diliput media mereka sudah sukses. Padahal produk mereka tidak digunakan oleh orang yang seharusnya. Produk mereka diberi kritik dan pujian dari para ahli bukan pengguna aslinya.

Sebagian membayangkan bisa menjadi pembicara dipanggil di acara-acara, sebagian ingin diwawancara di acara televisi. Berapa orang yang peduli dengan “apakah organisasi/usaha yang dibuat sudah benar-benar bermanfaat untuk orang-orang?”. Waktu kamu lebih banyak datang ke acara? ngetweet? upload di instagram? atau mengerjakan sesuatu yang berarti?


Di Indonesia untuk menjadi terkenal cukup mudah, kamu buat sesuatu yang kontroversial, terlepas dari melanggar hak orang lain, menghina orang lain atau tidak, kamu bisa terkenal. Apa yang seperti ini kamu mau?

Mungkin untuk saat ini kamu berpikir datang ke satu kota dan diajak berfoto menyenangkan, tapi bayangkan kamu ingin jalan-jalan bersama keluarga, atau sekedar duduk dengan nyaman di cafe, tapi setiap menit ada orang yang datang untuk meminta foto. Kamu masih mau menjadi terkenal?

Tahu persis apa tujuan kamu membuat startup / usaha / organisasi, kalau sekedar mau terkenal pikir lagi. Cari tahu apa sukses menurut kamu dan bekerja untuk itu.

Kamu bisa membuat banyak orang terbantu dan senang dengan apa yang kamu buat, atau kamu menjadi berita di berbagai media yang orang-orang tidak peduli dan tidak mendapatkan manfaat.

Iya, saat kamu membuat sesuatu dan bermanfaat untuk banyak orang, efek terkenal mungkin tidak bisa terhindarkan, tapi ingat, jadikan ini alat bukan tujuan. Jangan terlena dengan sesuatu yang bersifat jangka pendek tapi membuat kamu menderita di jangka panjang.

Berteman dengan orang-orang yang kamu senang, gunakan waktu untuk ngobrol dengan keluargamu, dengan sahabat, dengan orang-orang yang ingin kamu bantu. Jangan menghabiskan waktu dengan mencari mikrofon untuk memberitahu semua orang siapa kamu.



<< Kembali ke Halaman Awal