Mau hasil instan

Pesan makanan dari smartphone
Mengontak teman kapan saja
Install game baru setiap hari
Menguasai skill baru
Mendapat penghasilan yang banyak
Membuat karya yang bagus

Tiga catatan teratas bisa kita dapatkan dengan instan, tapi tidak dengan tiga catatan terbawah. Sebagai generasa internet, kita dimanjakan dengan hal yang serba praktis, tutorial bertebaran di youtube, pilihan makanan ada di HP, mau terhubung dengan orang bisa ke sosial media, semua serba mudah.

Selama mengajar, saya dapat banyak keluhan kalau teman-teman sudah merasa lelah, sudah tidak bisa setelah mencobanya berbulan-bulan atau mungkin beberapa minggu. Saya heran, bukan karena mengeluh “tidak bisa”, tapi kenapa terlalu cepat menyerah?

“Hasil instan itu didapatkan dari 10 tahun kerja keras”

Kamu bisa menerima kutipan ini secara langsung atau tidak. Bisa jadi yang kamu usahakan benar-benar butuh 10 tahun, sebagaimana perusahaan besar yang kita lihat seperti traveloka, bukalapak, gojek, mereka semua butuh proses hingga saat ini atau mungkin hanya butuh sedikit waktu lagi ketika kamu sudah memutuskan untuk pasrah.

Mengorbankan cita-cita

Tidak sedikit dari kita yang mengorbankan impian selama ini, hanya karena terburu buru ingin melihat hasilnya. Konsep “proses” memang tidak banyak disuarakan di sekolahan formal, kita tidak tahu kerasnya kehidupan yang asli, kita bingung dengan kenyataan kalau ternyata orang sukses punya cerita perjalanan yang tidak mudah sebelumnya.

Maunya sih ketika sudah memutuskan untuk menjadi “A”, alam ini bekerja sendiri, mendatangkan guru yang dimau, menghadiahkan alat yang dibutuhkan, berharap semuanya semudah merasakan semangatnya. Sayangnya tidak, “Tuhan tidak akan mengubah kaum suatu nasib, sampai kaumnya mengubah nasibnya sendiri”.

Saat sedang berusaha, bahan bakar kita akan habis, ketika memikirkan “kapan ini selesai” bukan “menikmati prosesnya”. Untuk menjadi produktif, sulit ketika kita tidak mencintai apa yang kita kerjakan. Dengan perasaan senang, Bahan bakar semangat akan terus terisi, membantu kita bekerja dengan maksimal. Tanamkan dari sekarang kalau semuanya butuh proses, tidak ada yang praktis.

Cintai Prosesnya

Ada juga rasa takut yang akan menyerang, karena cita-cita kita terlihat masih jauh, perasaan tidak pantas akan berbisik, kita pun akan mengorbankan apa yang menjadi keinginan. Obatnya? ingatkan diri sendiri kalau tidak ada yang instan. Sesuatu yang didapatkan dengan instan, hasilnya pun akan menghilang begitu saja.

Memberi hadiah kecil untuk diri sendiri

Saat menulis artikel ini, di hadapan saya ada potongan kue dan segelas kopi dingin, dua hal yang membuat saya bahagia. Saya bisa kapan saja menikmati dua hal ini, tapi saya memilih menjadikannya “hadiah” untuk diri saya sendiri, ketika berhasil bekerja, lebih dekat satu langkah dari hasil yang diinginkan.

Hadiah kecil ini bisa berbeda, boleh menonton film, boleh membuka sosial media, boleh jalan sama teman, HANYA ketika kamu sudah meneyelesaikan pekerjaan hari ini. Jadikan hadiah kecil ini semacam checkpoint, yang akan mengingatkan kamu tentang hasil akhirnya nanti, meskipun dia masih jauh. Dia bisa menjadi tempat mengisi bensin dan tempat istirahat agar kamu tidak lelah.

Ide dan coretan kasar tentang seri produktivitas ini sudah cukup lama, tapi membayangkan menulis menjadi satu buku kecil cukup melelahkan, akhirnya saya terus menunda untuk menulis. Selain dengan makanan dan minuman, hal yang saya praktekkan saat menulis seri ini, saya membaginya jadi beberapa blog seri (artikel pendek), yang bisa diposting setiap sekian hari, alhasil ada rasa puas yang muncul setiap saya membagikannya di sosial media, tanpa harus menunggu semuanya jadi secara penuh.

Kamu yang mengatur taktik hadiah kecil ini, ingat, hadiah KECIL, bukan langsung terbang ke luar angkasa ketika baru memulai.

Membagi hal besar ke bagian kecil

Saat membayangkan harus mengerjakan tugas besar, reaksi yang wajar kalau kita panik. Untuk itu, kamu perlu melihat sesuatu sebagai proses, bukan hanya AWAL dan AKHIR.

Bagi tugas-tugas besar kamu ke masalah masalah kecil, selesaikan satu per satu setiap hari. Jangan tersangkut membayangkan bagaimana memindahkan batu besar ini, tapi mulai lakukan sesuatu untuk membuat batunya menjadi lebih kecil.

Kita tidak akan pernah bisa mengontrol hasil, tapi kita selalu bisa memilih apa yang akan kita lakukan hari ini. Pilihan-pilihan ini yang akan membawa kita lebih dekat dengan hasil yang diinginkan.

Artikel ini adalah bagian dari seri masalah produktivitas


---

Sat Apr 18, 2020, #manusia
Mau email kalau ada info menarik? klik ini.