🌚 Dark

Saya punya ide!

Pernah dengar seorang teman yang berkomentar “wah itu padahal ide saya yang sudah lama” ketika melihat sebuah produk yang sekarang berhasil ? Dia merasa spesial karena sudah pernah punya ide tersebut, dia merasa idenya dicuri, ada juga yang merasa bangga saat “idenya” berhasil dijalankan orang lain. Mungkin bukan teman, tapi kamu sendiri pernah mengalaminya. Punya ide yang berhasil dieksekusi oleh orang lain. Saya akan beritahu hal yang menyedihkan “ide tidak ada artinya”.

Saya bukan menuliskan “jangan menyumbang ide lagi! percuma!”, tentu ini konteks yang berbeda. Saat kamu di sebuah tim, organisasi atau perusahaan, tentu menyumbang pikiran (ide) menjadi bagian yang sangat penting. Yang dimaksud di sini adalah ketika kamu ingin membuat sesuatu tapi hanya berhenti di ide saja.

Punya ide tidaklah spesial

Ide bukanlah hal yang luar biasa sampai kamu bisa mengeksekusinya. Sama seperti rumus “matematika pengetahuan”. Ide juga menggunakan perkalian. Kalau kamu punya ide 100 tapi prakteknya 0, hasilnya 100 X 0 yaitu NOL. Kamu tidak berhak mengklaim ketika orang lain mengeksekusi ide yang kamu punya, kamu tidak punya bukti apa-apa sebagai pemilik konten atau produk tersebut, kecuali kamu pernah membuatnya.

Dibanding merasa bangga ketika ide kamu bertahun-tahun lalu ada yang menjalankan, lebih bagus kamu merenung, kenapa bukan kamu yang mengerjakan? Punya ide, tidak bikin kamu menjadi founder ide tersebut, yang akan menikmati hasilnya tetap orang yang mengeksekusinya. Ide yang sama bisa dimiliki banyak orang di banyak tempat, punya ide tidaklah spesial.

Jatuh cinta dengan ide?

Saat kamu jatuh cinta dengan seseorang hanya karena melihat wajahnya, lalu siap melakukan apa saja tanpa mencari tahu sifat aslinya, siap-siap menyesal :) . Jangan jatuh cinta dengan ide di pandangan pertama. Berpikir serasional mungkin, jangan mudah jantuh cinta dengan ide, dia bisa menipu.

Saya sering mendapat ide tertentu, karena saya punya skill programming, saya segera membeli domain dan membuat aplikasinya, tidak butuh waktu lama, mungkin beberapa jam atau hari kemudian saya menyesal dan baru tersadar kalau sudah menghabiskan tenaga untuk itu. Belajar lebih kritis saat kamu kedatangan ide, pertimbangkan sisi positif dan negatifnya.

Saat meminta masukan orang lain yang jujur dan tidak sependapat, kita cenderung marah dan tetap bersikukuh melaksanakan idenya… Betul, sama seperti jatuh cinta ke manusia, kita sering menjadi tidak rasional.

Ide sama seperti nafas

Kita menghirup udara, setelah itu mengeluarkannya. Kita punya suatu ide, setelah itu melupakannya.

Tangkap ide yang kamu punya di sebuah catatan, bisa buku fisik atau laptop. Saat kedatangan ide, saya akan mengambil kertas dan mencatatnya, coba menjabarkan kemungkinan kenapa ini bisa berhasil, dan kenapa tidak.

Ada juga teori lain, kalau ide itu bagus, dia akan muncul berkali-kali, tidak perlu kamu catat. Saya pribadi lebih senang dengan yang pertama.

Bagian yang sulit

Apalagi kalau bukan mengerjakan idenya. Jangan berharap semuanya indah begitu saja. Ini bukan film yang hanya berjalan 2 jam, mulai dari kamu menderita sampai bisa sukses. Ini perjalanan panjang, yang butuh kesabaran dan pengorbanan (waktu, tenaga, uang dan pikiran).

“Everybody has a plan until they get hit” - Mike Tyson

Semua orang punya rencana, sampai dia ditinju. Ekspektasi hal-hal di luar dugaan akan datang. Tidak semua semulus rencana kamu. Mengerjakan ide yang bagus biasanya akan sulit, justru ini pertanda baik, ketika banyak orang menyerah, kamu justru bisa bertahan. Ingat bagian dari ide, adalah yang melaksanakan yang akan menikmati hasilnya

Mencari eksekutor

Kalau kamu benar-benar merasa ide yang kamu punya brilian, tapi tidak bisa mengerjakannya karena keterbatasan skill. Pilihannya ada dua, kamu belajar skill tersebut, atau mencari orang yang punya skillnya.

Contoh di bisnis, kamu bisa mempekerjakan seseorang untuk itu, atau mencari partner/teman yang sama-sama siap berjuang di awal. Tentu saja hal ini tidak semudah menulisnya. Contoh lain dalam dunia organisasi misalnya, kamu tidak bisa mengerjakan semua hal, mencari ahli di “ide” yang ingin kamu kerjakan juga menjadi penting untuk kemajuan organisasinya.

Terakhir

Kalau kamu merasa saya tidak menghargai ide, jawabannya salah!

sebaliknya, saya percaya ide bisa mengubah dunia…

ketika orangnya mengambil langkah, walaupun hanya langkah kecil, setiap hari.



<< Kembali ke Halaman Awal