🌚 Dark

Merasa orang lain akan paham

Antar teman, dosen ke mahasiswa, pemilik bisnis ke pengguna, orang tua ke anak atau setiap interaksi yang ada memerlukan komunikasi. Bukan hanya komunikasi, tapi komunikasi yang jelas. Tidak jarang dua pihak berkelahi hanya karena asumsi di kepala masing-masing.

Saat kamu ingin berbicara sesuatu, sampaikan dengan jelas. Tidak setengah-setengah dan tidak berasumsi orang lain pasti akan mengerti. Kamu dan dia punya pemikiran yang berbeda, satu kejadian bisa melahirkan banyak makna.

Clear is kind
Unclear is unkind
-Brene Brown

“Jelas itu baik, tidak jelas itu tidak baik”.
Kalau kamu seorang pemimpin di perusahaan atau komunitas kamu, pastikan memberi tugas dengan jelas. Sering kali tugas tidak diselesaikan dengan benar, akhirnya kita marah ke orang lain, padahal komunikasi kita yang tidak jelas. Orang yang diberi tugas pun jangan pura-pura mengerti saat ada yang tidak jelas. Biasakan bertanya.

Kalau kamu seorang freelancer ada permintaan bos atau klien yang kurang dipahami, tanyakan ke mereka. Bukan “iya iya” tapi setelah itu panik bertanya di forum-forum umum, padahal orang lain tidak mengerti konteks yang kamu bicarakan. Tanyakan sedetail mungkin, sampai kamu mengerti. Orang lain bukan musuh kamu, jangan menghindari dari komunikasi yang jelas.

Ketika pemerintah mengeluarkan undang-undang misalnya, tidak adanya media yang jalan untuk menjelaskan kenapa sebuah undang-undang atau aturan diperlakukan, hanya akan terdengar seperti seorang atasan yang bersifat otoriter mengatur bawahan. Saya harus meralat, bukan tidak ada media, tapi tidak memanfaatkan media.

Mungkin dalam hati kamu bilang “tapi selama ini diundang kok ke televisi’, sayangnya saat sudah terlambat, media pun akan meliput bagian yang seru, bukan yang membosankan. Ketika ada demo besar-besaran, barulah narasumber diundang. Kenapa tidak saat semuanya masih tenang, mengundang semua pihak yang terkait untuk berkomunikasi dengan jelas.

Itu yang sifatnya “pasif”, menunggu diundang. Tapi kita bisa “aktif”, dengan menggunakan sosial media, tulisan atau video. Yang penting, sampaikan dengan jelas.

Hal ini diperparah ketika orang berkomunikasi via digital. Baik itu sms/whatsapp atau twitter. Di mana tidak ada nada(intonasi) ketika orang berbicara. Tidak jelas, apakah orang lain dalam keadaan marah atau berbicara biasa. Akhirnya pihak lain akan mengasumsikan kalau yang diseberang sana sedang emosi dan membalasnya dengan emosi. Api dilawan dengan api.

Kalau ada persoalan yang penting, usahakan bertemu langsung, atau paling tidak lewat call, suara atau video. Agar dua pihak sadar, kalau yang ditemani berbicara adalah manusia, bukan mesin yang kita bisa seenaknya menuduh tidak jelas.

Saat kamu berbicara, sampaikan dengan jelas dan tenang, berikan konteks. Orang lain tidak paham, kamu juga tidak. Hindari asumsi.



<< Kembali ke Halaman Awal