Kreatif bukan mulai dari nol

“Ide ini tidak original!”. Kalimat ini sering muncul dalam hati kita setelah berkarya. Merasa karya tidak asli dan sudah ada sebelumnya. Apakah kreatif itu berarti kita harus mulai semuanya dari nol?

Bagaimana mungkin setelah kehidupan berjalan entah berapa puluh ribu atau jutaan tahun silam, akan ada sesuatu yang “asli”. Setiap materi sudah diciptakan, manusia mungkin baru menemukannya, oleh karena itu disebut ‘penemu’ bukan ‘pencipta’.

Namun di dunia kreativitas, kita sering menggunakan kata “cipta”, mulai dari menciptakan lagu, film, tulisan dan lainnya.

Kalau kamu terbebani harus menciptakan sesuatu yang baru, jadilah penemu terlebih dahulu.

Sudah ada banyak hal di dunia ini, setiap hari kamu bisa bertemu hal yang baru. Pelajari hal-hal ini, amati dan pikirkan.

Tidak ada yang original

Setiap dari kita terpengaruh oleh suatu hal, ada yang terpengaruh lingkungan, kebiasaan atau tontontan.

Seseorang yang mendapatkan inspirasi adalah hasil dari berbagai pengaruh yang selama ini ada di kepalanya, bersatu secara unik, yang ia sebuat sebagai “ide baru”, “ide asli” dan sebagainya.

Karena itu janganlah khawatir, kamu tidak perlu memulai semuanya dari nol. Belajarlah mengamati, lebih peka terhadap segala hal.

Memperkaya faktor original

Jika memang tidak ada yang original, kita bisa memperkaya faktor atau penyebabnya.

Caranya? melakukan hal-hal baru, petualangan, berbisnis, ngobrol dengan orang lain bahkan dari bidang yang jauh berbeda dari kamu.

Kenapa orang yang bekerja itu-itu saja sering merasa tidak kreatif? Karena ia hanya melakukan hal yang sama setiap hari, tidak ada refrensi baru di kepalanya.

Kreatif bukanlah sifat terlahir untuk kita, tapi selama kita mau mencari dan belajar banyak hal, faktor menjadi kreatifnya pun semakin banyak

Tidak cukup dengan belajar

Kalau mencari inspirasi adalah sebagian tugasnya, maka sebagian yang lain adalah bereksperimen.

Penulis yang saya kagumi punya cerita yang sama, mereka punya banyak karya yang ditolak.

Berapa kali menurutmu seorang atlet harus latihan sebelum dia bisa tampil di pertandingan, apakah satu kali cukup?

Sayangnya kita dengan sombongnya, merasa percobaan pertama haruslah berhasil. Kita langsung menyerah saat ada yang gagal.

Kamu tidak sadar, dengan mencoba banyak hal kamu sedang memperbesar faktor kreativitas kamu.

Semakin banyak kamu belajar dan mencoba, kamu akan semakin dekat dengan kreatif.

Mengawinkan berbagai hal

Bisnis tidak bisa berdiri hanya dengan ilmu ekonomi. Berapa banyak lulusan ekonomi yang tidak membuat bisnis? Ekonomi adalah salah satu faktor untuk merakit suatu hal yang baru.

Kawinkan ekonomi dengan makanan, jadilah bisnis restoran. Kawinkan ekonomi dengan teknologi, jadilah bisnis startup digital. dan seterusnya.

Saat kamu merasa buntu dengan karyamu, celupkan kakimu di sungai yang lain. Memang akan terasa dingin di awal.

Bukan hanya mengawinkan “keseluruhan bidang”, kamu pun bisa pelajari hal-hal kecil.

Amati bagaimana cara seseorang menyelesaikan masalah di bidangnya, apakah kamu bisa mengimplementasikan garis besar tersebut ke bidang kamu?

Amati bagaimana seseorang saat sedang berkarya, pelajari profil mereka. Apakah ada hal yang bisa kamu tiru dan tuangkan di kanvasmu sendiri?

Saat ada yang menurutmu keren, wow atau takjub dari hal-hal yang kamu sukai, coba pikirkan bagaimana hal tersebut bisa diterjemahkan di karyamu.

Sering kali saat sedang menonton film atau melihat kejadian kita merasa takjub, tapi hanya berhenti di sana. Coba catat dan pikirkan, apa yang bisa kamu bawa dan kawinkan.


---

Thu Sep 2, 2021, #inspirasi
Mau email kalau ada info menarik? klik ini.