🌚 Dark

Waktu kosong untuk berpikir

Kalau kamu tidak tahu mau ke mana, ada kemungkinan setiap tawaran orang di jalan akan kamu terima, yang penting jalan dulu, tidak peduli orangnya mau mengantar kamu ke mana. Apakah kamu sudah menentukan kamu mau jadi apa? atau apa yang mau kamu lakukan dengan hidup kamu?

Mungkin kamu terlihat sibuk, selalu ada pekerjaan, selalu aktif datang ke acara, tapi apakah ini sudah mengantar kamu ke arah yang benar? sedikit lebih dekat dengan tujuan kamu. Atau justru kesibukan ini jadi tempat kamu sembunyi untuk menghindari pekerjaan yang harusnya kamu kerjakan?

Berikutnya saat ada tawaran pekerjaan, ikut suatu acara, dalam bentuk apapun, berikan ruang kosong untuk kamu berpikir. Minta waktu, jangan hanya bilang “iya” karena tidak enak menolak. Hasilnya tidak akan maksimal, akan merugikan kamu dan pihak yang lain. Belajar bilang tidak kalau memang tidak sejalan dengan target kamu.

Beri jeda, antara tawaran yang masuk dan memberikan jawaban. Pikirkan baik-baik, berapa lama waktu yang dibutuhkan, waktu dan tenaga yang akan keluar. Jangan langsung bilang iya. Cari waktu kosong, pikirkan dengan matang.

Sering kali kita memberi jawaban karena dalam keadaan emosional. Jangan mengambil keputusan penting saat ada perasaan yang memuncak. Cari waktu di mana perasaan kamu netral dan bisa mempertimbangkan dengan bijak.

Kamu hidup hanya satu kali di bumi ini, apakah tidak menyedihkan kalau kamu tidak mengerjakan apa yang penting untuk kamu?

Thu Oct 10, 2019

Siapa yang kamu follow

Saya punya love and hate relationship dengan sosial media, di satu sisi saya memanfaatkannya untuk mengenal orang-orang yang saya idolakan, berhubungan dengan pendengar tehataukopi, pembaca blog atau teman-teman di sekolahkoding, di sisi lain, sosmed punya magnet yang luar biasa untuk terus menarik kamu ke dalamnya, meskipun ada pekerjaan yang lebih penting.

Kalau kamu belum bisa mengontrol kekuatan sosmed, cobalah mengubahnya menjadi tempat yang sehat. Sama seperti tempat fisik yang kamu punya, rumah atau kantor, tentu kamu ngga mau kalau ada banyak penyakit, sampah atau kotoran di sana.

Tanpa sadar (atau dengan sadar) kamu akan mengikuti dengan siapa kamu banyak menghabiskan waktu. Hal ini bukan hanya berlaku di dunia nyata.

Bersihkan Feed/Timeline kamu

Jangan follow/mengikuti orang yang tidak kamu suka. Sering orang mengikuti atau mungkin sekedar stalking agar bisa membandingkan prestasinya dengan prestasi orang lain. Jadi versi yang lebih baik untuk diri kamu sendiri, bukan untuk orang lain.

Jangan follow hanya karena “kenal”. Orang Indonesia cukup terkenal dengan punya banyak “teman facebook”, seseorang bisa punya ribuan teman di sosmednya, karena tidak menganggap sosial media tempat yang private, justru seringkali menjadi standard sosial di mata orang. Hanya karena kamu pernah bertemu dengan si A atau satu kantor/sekolah bukan berarti kamu harus follow mereka, lebih parah lagi kalau kamu memaksa orang lain untuk “follow back”, hei! biarkan orang bebas menentukan kehidupan mereka, jangan ada paksaan.

Jangan tidak enak untuk unfollow , saya masih ingat ada seorang teman yang marah karena saya tidak follow dia lagi di sosial media. (Really?). Sejak kapan sosial media menentukan kita benci dan suka dengan seseorang? Hanya karena kita tidak berteman di sosial media bukan berarti tidak berteman di dunia nyata. Jangan merasa sungkan kalau kamu tidak suka / nyaman dengan apa yang orang lain posting, bikin hidup kamu lebih mudah. Kadang kita mau menentukan “tema” dari timeline kita, misanya hanya menfollow para penulis atau tema minimalis, dan seterusnya, jika tema-nya tidak pas, jangan dipaksakan.

Sisi lain
Sosial media punya sisi lain, saya percaya ada sangat banyak kebaikan yang bisa kamu dapat di sana, kesempatan berdiskusi positif dengan orang hebat atau bisa tetap stay-in-touch dengan orang-orang terdekat. Bikin sosial media kamu suasananya nyaman, seperti kamu ingin nyaman di dunia nyata.

Kalau kamu berada di sisi yang lain, baca tulisan influencer

Tue Oct 8, 2019

Apa kata orang

Ini adalah salah satu ekspresi yang paling sering disebutkan di Indonesia ‘apa kata orang nanti?’ saat kita mau mengambil keputusan tertentu. Dalam konteks berkarya alias membuat sesuatu, ada yang lebih penting.. “apa kata kamu?”

Apakah karya ini menarik untuk kamu bikin? Apakah ini hal yang kamu suka? apakah ini menantang dan akan bermanfaat untuk orang nantinya.. Bagaimana menurut kamu?

Saat ingin memindahkan kumpulan blog(tulisan) saya dari satu platform ke platform lain, saya lama berpikir “apa kata orang nanti?” kenapa pindah-pindah?.. Di sini saya mulai sadar, kenapa bukan “apa kata saya?”. Kalau ini memudahkan saya dan membuat saya lebih produktif, kenapa tidak?

Orang lain tidak membayar kamu untuk berkarya. Mereka tidak akan marah karena kamu mengambil keputusan tertentu. Pertanyaan ini adalah bagian dari bisikan halus yang akan menghantui kita saat memutuskan untuk berkarya

Tue Oct 8, 2019

Karya kamu

Saat kamu mengerjakan sesuatu, ada yang terasa sangat berat dan ada juga yang terasa sangat ringan. Opsi kedua ini adalah sinyal bahwa kamu punya kesempatan yang besar di bidang ini.

Coba ingat-ingat lagi apa pekerjaan yang kamu rela menghabiskan waktu lama, tanpa peduli ada imbalannya atau tidak.

Sebagian ada yang suka menulis, sebagian ada yang baru duduk sebentar sudah bingung mau menulis kalimat pertama apa. Begitu juga dengan desain, mempelajari science, dan bidang-bidang lainnya.

Kalau kamu nyaman dan tidak masalah menghabiskan banyak waktu di bidang ini, kamu akan merasa seperti sedang bermain dan terhibur, sementara orang lain, ingin cepat berhenti karena terasa seperti sebuah pekerjaan.

Petunjuk: Tidak semuanya “jatuh cinta pada pandangan pertama” kadang kamu perlu kencan yang lama dengan hal yang mau kamu tekuni sampai merasakannya

Mon Oct 7, 2019

Jangan mengandalkan motivasi

Kamu tahu setelah membaca banyak artikel, menonton berbagai video motivasi, tetap saja, satu atau dua hari kemudian kamu kembali ke keadaan lemas dan malas. (tidak semua tentunya orang :) ).

Ini alternatif untuk kamu, dibanding mengandalkan motivasi untuk mulai mengerjakan sesuatu, cobalah membuat suasana untuk terpaksa berkarya atau bekerja.

Kalau kamu seorang freelance yang bekerja atau belajar di kamar, cobalah datang ke cafe untuk beraktivitas, kalau kamu malas sendiri, ikut mendaftar di komunitas, walaupun tujuan kamu belum jelas, paksakan diri untuk mulai bergerak.

Kalau kamu terus membuka website yang tidak penting, install “website blocker” di browser kamu, coba google, disana kamu bisa memasukkan daftar daftar url yang sering kamu buka, sekarang akan diblokir, silahkan diblok sosial media, website berita dan lainnya.

Bikin suasana untuk bekerja, jangan menunggu motivasi yang sebenarnya hanya alat kamu untuk bersembunyi

Fri Oct 4, 2019

Proyek sampingan yang menyenangkan

Jessica Hische seorang “lettering artist”, sebelum populer, dia membuat sebuah proyek, dimana dia akan posting setiap hari karya yang dia buat di internet. Proyeknya ini mendapatkan perhatian banyak blog dan website berita, ia pun mendapatkan banyak undangan untuk sharing pengalaman dan kesempatan untuk bertemu klien baru.

Tapi kali ini kita tidak akan bahas seputar proyek menariknya, yang akan dibahas adalah ketika dia sudah menjadi seorang ibu, tanpa sadar dia fokus untuk “mencari uang”. Pekerjaan yang dia lakukan hanya proyek yang membayar banyak. Tentu ini adalah hal positif, tapi kalau hanya uang yang menjadi masalah, tentu kita tidak akan mendengar artis bunuh diri, cerai dan berbagai masalah lainnya.

Dia pun ingat kembali, alasan dia merasa kerjaannya mulai membosankan/tertekan sekarang, karena dia tidak punya proyek sampingan, proyek yang dia kerjakan dengan senang hati tanpa hadiah uang. Karena itu dia mulai memblok satu hari setiap minggunya untuk mengerjakan apapun yang dia suka.

Silahkan nonton ceritanya di skillshare short

Dengarkan juga podcast hobi, kerjaan, karir dan panggilan

Thu Oct 3, 2019

Saya tidak punya mentor

Ini salah satu alasan favorit yang saya baca. Memang bagus punya mentor, tapi tidak semua dari kamu punya kesempatan untuk punya mentor. Sekarang apakah tidak punya mentor berarti harus menyerah? jelas tidak!

Seth Godin memperkenalkan konsep Heroes VS Mentors, dibanding kamu mencari mentor, yang secara jumlah sedikit dan waktunya terbatas, coba cari “hero”, orang yang kamu idolakan, yang kamu bisa belajar dari dia di internet.

Pelajari karya karyanya, konsumsi apa yang dia tulis/katakan. Kerjakan apa yang disarankan, semua orang bisa belajar, tanpa mengambil waktunya. Tapi jangan menjadi fanatik buta, ambil yang baik, buang yang jelek.

Banyak anak kecil yang punya “Hero” / Idola, dan berusaha keras untuk jadi dia. Sampai pada waktunya dia sudah punya skill dan kekuatan yang dibutuhkan, tanpa sadar dia bisa melebihi heronya

Thu Oct 3, 2019

Mulai cari uang sendiri

Terlepas kamu dari keluarga berada atau bukan, belajar mencari uang adalah hal penting untuk kamu coba. Cepat atau lambat kamu akan melakukan ini

Belajar dari teman-teman kamu yang biasanya ditertawakan / diremehkan karena bekerja saat masih sekolah/kuliah, mereka jauh lebih bisa menghargai uang dan orang tuanya.

Waktu kamu yang biasanya banyak untuk hiburan dan nongkrong mulai kongkritkan untuk mencari kerja, pekerjaannya tidak harus “berskill”, kalau kamu belum punya skillnya, silahkan kerja “non skill” dulu, sambil menabung, dan menginvestasikan uang kamu untuk punya skill yang lebih baik

Selalu cari jalan, bukan alasan.

Wed Oct 2, 2019

Teknologi memakai kamu

Kamu yang pakai teknologi atau teknologi yang pakai kamu?

Sadar setiap produk dan teknologi yang kamu pakai juga bisa membuat kamu lupa dengan diri kamu sendiri. Website, aplikasi dan berbagai media lainnya berebut mencari perhatian kamu, waktumu tanpa sadar akan habis untuk ini

Pastikan kamu bukan hanya sebagai konsumen yang dimanfaatkan, tapi sebaliknya, coba manfaatkan teknologi yang ada untuk membantu kamu.

Wed Oct 2, 2019

Belajar untuk diri sendiri

Belajar mulai sekarang, sudah ada sangat banyak media untuk belajar. Ini untuk kamu sendiri, dengan belajar dan menambah skill, kamu bisa punya pekerjaan yang lebih baik, dari sana kamu bisa berpenghasilan yang lebih baik.

Investasi untuk diri kamu sendiri, waktu dan uang, hasilnya untuk kamu. Ajak teman kamu untuk belajar bersama, biar bisa sukses sama-sama, bukan terus bermain sekarang, tapi nanti hidupnya jadi menderita.

Saya bohong sebenarnya, belajar bukan cuma untuk diri kamu sendiri, kalau kamu sudah berpenghasilan lebih baik dan punya ilmu, ada banyak orang lain yang kamu bisa bantu berikutnya.

Tue Oct 1, 2019

< Sebelum | Lanjut (baca yang lain) >



<< Kembali ke Halaman Awal